Saturday, 12 September 2015

Cara Unroot Android

Ha'halo sobat kembali lagi nih di Blog Fariz Azri yang sederhana ini,,,,oke lanjut ke postinganya ,,kali ini fariz bakalan share Tutorial singkat Cara Unroot Android dengan mudah,,jika sobat dulunya hh atau android nya sudah di root tapi ingin di Unroot ini fariz kasih tutorialnya ,,langsung aja *cekidot
1.Sobat harus mempunyai SuperSU kalau tidak ada SuperSU berarti HH/Android sobat belum Root
2.Sobat klik Pengaturan atau Options di samping kanan
3.Dan selanjutnya sobat cari tulisan Unroot Penuh atau Full Unroot dalam bahasa inggris
4.Dan sobat klik Unroot Penuh tersebut dan ada Notifikasi Tekan "Lanjutkan" disamping kiri
Dan selanjutnya fariz tidak tahu lagi karena fariz tidak menekan Lanjutkan :v Maaf ya ^^

Dan itulah artikel singkat dari fariz semoga bermanfaat dan jika sobat ingin request artikel koment ok
Dan Jika Sobat Ingin Copas Artikel Ini Sertakan Sumber ok
Sekian dan terima kasih ^^

Template Phantom Free Responsive

Ha'halo sobat kembali lagi nih di Blog Fariz Azri yang sederhana ini,,wookeh sekarang fariz share Template Yang fariz gunakan sekarang 11/09/2015 yaitu Template Phantom Free Responsive ,,yang didesain oleh Arlina Design template banyak disana ada yang dijual ada yang gratis/demo,, yok gak usah lama lama langsung aja *cekidot


Kalau mau tau lebih lanjut sobat Kesini aja ok lebih lengkap ^^.

                                                      Fariz Test Berdasarkan GTMetrix

Password Rar : phantom2015


Demo      Download

Dan itulah artikel singkat dari fariz semoga bermanfaat dan jika sobat ingin request artikel koment ok
Dan Jika Sobat Ingin Copas Artikel Ini Sertakan Sumber ok
Sekian dan terima kasih ^^

Saturday, 11 April 2015

Maaf Untuk Semuanya Sekarang Blog Ini Dipindahkan Ke Blog newmuhammadfarizazri.blogspot.com
mohon maaf atas sebesar besarnya :D

Thursday, 9 April 2015

7 Alasan Wanita Mendambakan Menikah di Usia 24 atau 25

7 Alasan Wanita Mendambakan Menikah di Usia 24 atau 25

Dari pengalaman dan berbagai pengamatan Anda selama ini, pernah terfikirkah Anda bahwa sebagian besar wanita menargetkan dirinya menikah di usia 24 atau 25 tahun? Usia tersebut adalah usia dambaan banyak wanita untuk melangkah ke jenjang pernikahan.
Jadi wajar dan bukan sebuah keanehan bila semakin mendekati usia 25, wanita cenderung lebih sensitif dan insecure soal pernikahan. Mereka yang belum menikah jadi anti akan pertanyaan “kapan kawin?” yang bahkan menjadi momok dan pertanyaan paling dihindari.
Apa sih menikah itu? Apakah menikah adalah sekedar prosesi resmi memasang cincin dan mengganti status di KTP? Apakah menikah itu sekedar melepas masa lajang dan mendapatkan predikat baru yang lebih terhormat ketimbang single (anyway, terhormat atau tidak itu tidak ditentukan oleh status sudah menikah atau belum).
Sebenarnya, menikah jauh lebih rumit dan sakral daripada sekedar dianggap sudah laku atau berstatus istri orang. Menikah adalah sebuah tahapan di mana pasangan sadar bahwa hubungan asmaranya layak dan siap dibawa ke jenjang yang akan saling mengikat untuk selamanya.
Tetapi, sebenarnya mengapa sih wanita itu ngebet menikah di usia 25 tahun. Nah, sekali lagi berdasarkan dari pengalaman dan pengamatan, inilah alasan-alasannya:

1. Kabarnya, menikah di usia 25 itu menyenangkan

kita akan memiliki lebih banyak waktu dengan teman dan keluarga
kita akan memiliki lebih banyak waktu dengan teman dan keluarga
Opini semacam ini telah menggema lama dan meluas di kalangan wanita bahwa menikah di usia 25 tahun itu kabarnya menyenangkan. Karena, mereka jadi masih punya kesempatan hangout dengan teman dan menikmati pernikahan muda yang masih bisa having fun.

2. Punya banyak waktu untuk membuat planning


punya lebih banyak waktu untuk menyusun rencana
Keinginan menunda atau tak harus tergesa-gesa memiliki anak, membuat wanita menyukai usia pernikahan 25 ini. Mereka dapat membuat sebuah planning panjang, hendak melakukan apa dulu setelah menikah. Biasanya sih, wanita banyak memanfaatkan untuk menentukan kapan punya momongan dan jarak antara anak satu dan lainnya.
Apakah mereka yang menikah usia lebih dari 25 tahun tidak bisa memplanning anak? Bisa sih, tetapi mereka yang menikah di usia 25 tahun punya kesempatan lebih banyak membuat beraneka ragam planning.

3. Berada dalam usia aktif


kamu sedang berada di usia yang sangat produktif
Usia 25 tahun adalah usia aktif seorang wanita, sehingga ia mampu saja menghadapi problema dari berbagai sisi. Di sini, wanita juga dapat menunjukkan kepiawaian serta kehebatan atas kemampuan yang dimilikinya. Wanita di usia 25 tahun juga cenderung masih punya semangat yang tinggi untuk melakukan banyak hal dalam pernikahannya.

4. Punya banyak waktu dengan suami


lebih banyak waktu berkualitas dengan suami yang akan dimiliki
Karena tak terburu-buru memiliki momongan, pasangan yang menikah muda dapat menikmati waktu yang lebih dengan suami. Umumnya banyak pasangan menikah muda yang pergi travelling dan menikmati banyak kegiatan yang ingin dilakukan berdua.

5. Punya kesempatan menabung


kemampuan finansial yang lebih tertata
Karena usia masih muda, bolehlah bekerja keras dulu dan menabung sebelum memiliki momongan. Dengan demikian, penghasilan keduanya bisa disatukan untuk memiliki dan membeli aset-aset sebagai modal saat dikaruniai momongan nanti. Semisal membeli rumah, membeli mobil, dan lain sebagainya.

6. Terhindar dari gosip


terhindar dari gossip yang bikin telinga panas
Nah, alasan ini memang menjadi sangat penting karena perkembangan zaman yang sudah terlalu terinfiltrasi oleh budaya asing. Perilaku sering berduaan ke mana-mana dan berdekataan dengan mesra, kalau sudah menikah kan jadinya tidak terlalu khawatir menjadi bahan pergunjingan. Apalagi saat ini banyak orang makin hobby saja menjadikan topik hubungan orang lain sebagai bahan gosip.

7. Agar punya waktu lebih lama dengan anak




menghabiskan waktu lebih banyak dengan anak
Mereka yang memutuskan segera punya momongan akan memiliki waktu yang lebih banyak dan lama dengan anak. Dapat mengamati pertumbuhan mereka dengan seksama, serta merencanakan masa depan anak dengan lebih detail. Saat bepergianpun jadi lebih enak, karena punya banyak pengalaman seru yang diisi dengan keceriaan anak-anak.
Well, jadi begitulah mengapa wanita ingin menikah di usia 25 tahun. Bagaimana dengan Anda sendiri, ingin menikah di usia berapa?

Inilah Kelebihan Kamu yang Kamarnya Berantakan

Inilah Kelebihan Kamu yang Kamarnya Berantakan

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science mengungkapkan bahwa orang yang kamar atau lemarinya berantakan cenderung suka dengan tantangan baru. Kesimpulan ini belum seberapa, simak temuan-temuan di bawah ini yang mengerucutkan sebuah kesimpulan unik. Bisa Anda terima mentah-mentah, namun juga bisa Anda pertimbangkan untuk dipertanyakan lebih lanjut bila dikaitkan dengan aspek perilaku manusia dan budaya lintas bangsa.
Para ilmuwan dari University of Minnesota ingin meneliti apakah bekerja di tengah ruangan yang berantakan menimbulkan dampak positif terhadap performa kerja seseorang. Mereka pun merancang tahapan eksperimen untuk memeriksa efek suasana lingkungan dengan perilaku manusia.
Dalam eksperimen yang dipaparkan dalam jurnal tersebut, para peneliti melibatkan melibatkan sekelompok mahasiswa yang dibagi menjadi dua grup. Grup pertama masuk ke dalam ruangan yang tertata rapi, sementara grup kedua di tempat yang berantakan. Semua responden kemudian diminta memikirkan cara baru dan kreatif menggunakan bola ping-pong.
Grup yang berada di ruangan rapi dan berantakan sama-sama menyumbangkan banyak ide baru, namun kelompok kedua jauh lebih kreatif.
Sebagai contoh, responden dari grup di ruangan yang berantakan menyarankan untuk menjadikan bola ping-pong sebagai pencetak es batu atau bantalan pada kaki-kaki kursi agar tidak terjadi gesekan yang membuat lantai lecet ketika kursi digerakkan. Sementara responden di kelompok rapi menjadikannya untuk memainkan beer pong, dimana bola ping pong memang biasa digunakan untuk permainan ini.
Untuk diketahui, permainan beer pong adalah melemparkan bola pingpong ke dalam gelas-gelas plastik yang ditata dan diletakkan pada jarak tertentu dari si pemain yang berlomba-lomba memasukkan bola pingpong ke delam semua gelas plastik tersebut. Yang paling cepat memenuhi gelas dengan jumlah bola pingpong paling sedikit, dialah pemenangnya. Inilah ide dan imajinasi yang terbangkitkan dari responden kelompok rapi.
“Berada di ruangan dengan suasana yang berantakan memicu kreativitas seseorang, dan itu poin yang cukup diperhatikan dalam sebuah organisasi,” ujar Kathleen Vohs, psikolog dan profesor di University of Minnesota, seperti dikutip dari Health Me Up.
Pada eksperimen tersebut, partisipan dipersilakan duduk di dua meja yang berbeda. Meja yang satu bersih tanpa barang-barang, sementara meja lainnya dipenuhi benda dan tidak tertata rapi. Mereka kemudian diminta melihat dua versi menu restoran. Versi pertama berisi menu-menu klasik dengan label ‘classic’ dan versi kedua menu fusion dengan label ‘new’. Hasilnya, orang cenderung memilih menu versi ‘new’ ketika berada di meja berantakan ketimbang rapi.
Perhatian!
Memaknai substansi artikel ini harus memahami dulu, bahwa ada perbedaan signifikan antara kamar berantakan dengan kamar yang kotor. Kamar berantakan ketika barang-barangnya tidak terorganisir dengan baik, atau ditempatkan asal-asalan. Sementara kamar kotor tidak hanya berantakan, tapi juga banyak debu serta sampah berserakan. Ini yang harus dihindari!
Kamar berantakan tidak selalu buruk, namun jika disertai dengan piring kotor, sampah bekas makanan dan debu tebal maka itu tidak higienis dan berdampak buruk bagi kesehatan. Lalu bagaimana dengan orang yang kamarnya sangat tertata rapi? Menurut penelitian memang tidak sekreatif penghuni kamar berantakan, namun mereka memiliki kelebihan tersendiri. Disebutkan dalam hasil penelitian bahwa pemilik kamar rapi adalah orang yang lebih dermawan dan cenderung punya kebiasaan makan sehat.
Satu pertanyaan yang harus dijawab melalui eksperimen mereka adalah apa yang terjadi, atau ide apa yang terbangkitkan bila:
  1. Orang rapi berada di ruangan rapi.
  2. Orang rapi berada di ruangan berantakan.
  3. Orang berantakan berada di ruangan rapi.
  4. Orang berantakan berada di ruangan berantakan.
Sekali lagi, kesimpulan pada penelitian ini perlu dikonfrontir lebih jauh dengan aspek perilaku manusia multi bangsa dan lintas budaya.

Mengenali Kepribadian Orang dari Caranya Makan Tahu


Mengenali Kepribadian Orang dari Caranya Makan Tahu
Ternyata…. Jenis-jenis kepribadian seseorang bisa dinilai dari caranya makan tahu!

KONSERVATIF:
Gigit tahu, baru gigit cabe.

PROGRESIF:
Gigit cabe dulu, baru gigit tahu.

SPEKULATIF:
Begitu nemu cabe langsung main gigit dgn harapan didekat situ pasti ada tahu.

IMAJINATIF:
Belum gigit cabe sudah merasa kepedesan.

OPTIMIS:
Yakin tahu akan segera muncul, sambil menunggu mengemil cabe dulu.

PERMISIF:
Tahu dan cabenya dicomot orang, diem saja.

MASOKIS:
Gigit cabe 10 biji kagak pake tahu.

OBSESIF-KOMPULSIF:
Sebelum makan dihitung dulu biar yakin jumlah tahunya sama dengan jumlah cabenya.

MANIPULATIF:
Dekatin tukang tahu biar dapet gratisan.

KORUPTIF:
Makan tahu lima cuma bayar satu.

DRAMATIS:
Habis makan tahu pake cabe nangis histeris kepedesan, trus ngesot sambil meratap ke dispenser air.

EKSIBISIONIS:
Sebelum makan bilang ke orang sebelah, “Lihat nih gue mau makan tahu pake cabe”.

KAPITALIS:
Tahunya dimakan, cabenya ditanem supaya nanti kalau tumbuh bisa dijual, duitnya buat beli tahu.

FANATIK:
Kalo ketemu orang yg cara makan tahunya berbeda, langsung ngamuk.

KRITIS:
Nanya, “kenapa sih kita harus makan tahu pake cabe bukan pake rhemason? Kan sama pedesnya?”

MELANKOLIS:
Udah gigit cabe, eh pas mau gigit tahu kesenggol orang. Tahunya jatuh…… nangis…..

SOSIALIS:
Kalo makan tahu semua teman-temannya dibeliin.

INDIVIDUALISTIS :
Kalo makan tahu sembunyi-sembunyi, kalo ada yang nanya bilangnya cuma bawa cabe aja.

POLITIS :
Kalo saya terbukti makan satu tahu, gantung saya di pohon cabe…

Tes Kejujuran, Dompet Dijatuhkan di Tempat Umum, dan Inilah Kota Paling Jujur Sedunia


Tes Kejujuran, Dompet Dijatuhkan di Tempat Umum, dan Inilah Kota Paling Jujur Sedunia
Beberapa waktu yang lalu, Reader’s Digest menggelar sebuah tes kejujuran yang dinamakan Lost Wallet. Tes kejujuran tersebut dilakukan dengan cara seperti berikut.
Di beberapa kota yang dijadikan sampel, tim Reader’s Digest sengaja menjatuhkan 12 dompet di masing-masing kota. Dompet-dompet percobaan tersebut berisi kartu nama, nomor telepon, sebuah foto keluarga dan uang sekitar USD 50. Tim peneliti sengaja menjatuhkannya dijatuhkan di tempat parkir, mal atau trotoar.
Dompet terjatuh di jalan (tagroom.com)
Dompet terjatuh di jalan
Hasilnya, Helsinki, ibu kota sekaligus salah satu kota terbesar di Finlandia kini miliki julukan sebagai kota paling jujur di dunia. Tahukah Anda, jika dari 12 dompet yang hilang atau terjatuh di Helsinki, 11 diantaranya pasti kembali ke pemiliknya. Oleh karena itu secara resmi, berdasarkan survei dari Reader’s Digest, predikat ini diberikan ke kota di dataran Skandinavia itu.
Berikut daftar 16 kota yang disurvey tingkat kejujurannya oleh Reader’s Digest yang dikutip dariDaily Mail:
  1. Helsinki, Finlandia – 1 dompet tidak kembali.
  2. Mumbai, India – 3 dompet tidak kembali.
  3. Budapest, Hungaria – 4 dompet tidak kembali.
  4. New York City, AS – 4 dompet tidak kembali.
  5. Moscow, Russia – 5 dompet tidak kembali.
  6. Amsterdam, Belanda – 5 dompet tidak kembali.
  7. Berlin, Jerman – 6 dompet tidak kembali.
  8. Ljubljana, Slovenia – 6 dompet tidak kembali.
  9. London, UK – 7 dompet tidak kembali.
  10. Warsawa, Polandia – 7 dompet tidak kembali.
  11. Bucharest, Rumania – 8 dompet tidak kembali.
  12. Rio de Janeiro, Brazil – 8 dompet tidak kembali.
  13. Zurich, Swiss – 8 dompet tidak kembali.
  14. Prague, Republik Ceko – 9 dompet tidak kembali.
  15. Madrid, Spanyol – 10 dompet tidak kembali.
  16. Lisbon, Portugal – 11 dompet tidak kembali.
Dari list di atas hanya ada satu negara Asia yakni India. Sayangnya (mungkin) tak ada satu pun wakil Asia Tenggara khususnya Indonesia yang berkesempatan di tes kejujurannya oleh Reader’s Digest. Menarik untuk ditunggu tes selanjutnya di kota-kota Indonesia.